Purnawiyata SMKN 1 Bandung ke XI di halaman sekolah berlangsung khidmat kemarin (25/4). Itu terlihat dari prosesi awal, yakni cucuk lampah hingga penyerahan siswa-siswi kepada orang tua/wali. Bahkan, beberapa siswa terlihat meneteskan air mata dalam purnawiyata dengan tema “Aku Adalah Karyaku, Kubaktikan Untuk Negeriku tersebut.
Acara yang dikemas dengan penuh keakraban itu juga dihadiri Kepala Cabang Dinas Provinsi Jawa Timur, Wilayah Kabupaten Tulungagung, Solikin , S.Pd , M.Pd, Ketua MKKS SMK Negeri, Moch. Anurul Hamzah, Perwakilan Komite SMKN 1 Bandung, Bashori, Unsur Muspika dan beberapa tamu undangan lainnya.
Acara yang dimulai pukul 08.00 hingga pukul 13.00 itu juga menampilkan sejumlah kebolehan dari para siswa-siswi SMKN 1 Bandung. Diantaranya band, tari tradisional, tari kreasi, teater, dan lain sebagainya. Tidak ketinggalan pemberian penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi. Penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi sekolah kepada anak didik yang telah membawa nama baik sekolah dan berprestasi secara akademik di tingkat sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala SMKN 1 Bandung, Drs. H. Nurhasyim,M.M., berterimakasih kepada semua pihak yang selama ini mendukung kemajuan SMKN 1 Bandung hingga sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu sekolah rujukan. SMKN 1 Bandung sejak 2004 sampai 2017 terus berkembang. Yakni dengan membuka enam kompetensi keahlian, diantaranya Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Akuntansi (AK), Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Elektronika Industri (TEI), Administrasi Perkantoran (AP), dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
“Keberhasilan ini tentu menjadi kebanggaan bagi SMKN 1 Bandung dan tentunya menjadi tantangan untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas untuk dicontoh sekolah-sekolah lain,” katanya.
Selain menjadi sekolah rujukan, SMKN 1 Bandung juga memberikan jalan yang lebar untuk para lulusannya dapat diterima di dunia kerja, dimana hampir 60 persen dari total siswa kelas XII tahun ini yang berjumlah 661 siswa sudah mendapatkan pekerjaan sesuai bidang keahliannya sebelum menerima ijasah.
“Sesuai tema, mereka telah membuktikan diri jika lulusan SMKN 1 Bandung ini siap bersaing di dunia usaha maupun industri. Dimana, memang lulusan SMK lebih diprioritaskan untuk siap kerja.” ujar Drs. H. Nurhasyim, M.M.
Tak lupa Drs. H. Nurhasyim, M.M. juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua/wali murid SMKN 1 Bandung. “Terimakasih atas do’a dan dukunggan dari seluruh wali murid serta masyarakat sekitar. Kami berencana akan membuka kelas X sebanyak 20 rombel regular pada tahun pelajaran 2017/2018 sehingga total rombel yang ada di SMKN 1 Bandung berjumlah 60 rombel dan semuanya masuk pagi,” jelasnya. ( Radar Tulungagung, Rabu, 26 April 2017 ).

Purnawiyata SMKN 1 Bandung 2017
SMKN 1 Bandung sukses menggelar Purnawiyata 661 siswa
/by Admin SMKPurnawiyata SMKN 1 Bandung ke XI di halaman sekolah berlangsung khidmat kemarin (25/4). Itu terlihat dari prosesi awal, yakni cucuk lampah hingga penyerahan siswa-siswi kepada orang tua/wali. Bahkan, beberapa siswa terlihat meneteskan air mata dalam purnawiyata dengan tema “Aku Adalah Karyaku, Kubaktikan Untuk Negeriku tersebut.
Acara yang dikemas dengan penuh keakraban itu juga dihadiri Kepala Cabang Dinas Provinsi Jawa Timur, Wilayah Kabupaten Tulungagung, Solikin , S.Pd , M.Pd, Ketua MKKS SMK Negeri, Moch. Anurul Hamzah, Perwakilan Komite SMKN 1 Bandung, Bashori, Unsur Muspika dan beberapa tamu undangan lainnya.
Acara yang dimulai pukul 08.00 hingga pukul 13.00 itu juga menampilkan sejumlah kebolehan dari para siswa-siswi SMKN 1 Bandung. Diantaranya band, tari tradisional, tari kreasi, teater, dan lain sebagainya. Tidak ketinggalan pemberian penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi. Penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi sekolah kepada anak didik yang telah membawa nama baik sekolah dan berprestasi secara akademik di tingkat sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala SMKN 1 Bandung, Drs. H. Nurhasyim,M.M., berterimakasih kepada semua pihak yang selama ini mendukung kemajuan SMKN 1 Bandung hingga sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu sekolah rujukan. SMKN 1 Bandung sejak 2004 sampai 2017 terus berkembang. Yakni dengan membuka enam kompetensi keahlian, diantaranya Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Akuntansi (AK), Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Elektronika Industri (TEI), Administrasi Perkantoran (AP), dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
“Keberhasilan ini tentu menjadi kebanggaan bagi SMKN 1 Bandung dan tentunya menjadi tantangan untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas untuk dicontoh sekolah-sekolah lain,” katanya.
Selain menjadi sekolah rujukan, SMKN 1 Bandung juga memberikan jalan yang lebar untuk para lulusannya dapat diterima di dunia kerja, dimana hampir 60 persen dari total siswa kelas XII tahun ini yang berjumlah 661 siswa sudah mendapatkan pekerjaan sesuai bidang keahliannya sebelum menerima ijasah.
“Sesuai tema, mereka telah membuktikan diri jika lulusan SMKN 1 Bandung ini siap bersaing di dunia usaha maupun industri. Dimana, memang lulusan SMK lebih diprioritaskan untuk siap kerja.” ujar Drs. H. Nurhasyim, M.M.
Tak lupa Drs. H. Nurhasyim, M.M. juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua/wali murid SMKN 1 Bandung. “Terimakasih atas do’a dan dukunggan dari seluruh wali murid serta masyarakat sekitar. Kami berencana akan membuka kelas X sebanyak 20 rombel regular pada tahun pelajaran 2017/2018 sehingga total rombel yang ada di SMKN 1 Bandung berjumlah 60 rombel dan semuanya masuk pagi,” jelasnya. ( Radar Tulungagung, Rabu, 26 April 2017 ).
Purnawiyata SMKN 1 Bandung 2017
SMKN 1 Bandung SUKSES Laksanakan UNBK Tahun Kedua
/by Admin SMKTulungagung – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bandung, Kabupaten Tulungagung pada tanggal 3-6 April 2017 berjalan lancar dan sukses.
Seluruh siswa yang mengikuti UNBK di SMKN 1 Bandung 661 orang dari 6 Program Keahlian. Dari 661 siswa tersebut terbagi menjadi 3 sesi ujian dengan memanfaatkan 7 Laboratorium yang telah disiapkan. Setiap laboratorium dilengkapi dengan 1 server dan 35 komputer client. Sebagai antisipasi jika terjadi permasalahan dengan server, maka sesuai dengan juknis disipakan pula 1 server cadangan.
SMKN 1 Bandung tergabung dalam sub rayon 1 Kabupaten Tulungagung. Sesuai dengan ketentuan, pengawas ruangan ditugaskan secara silang antar sekolah dalam sub rayon dan SMKN 1 Bandung silang kepengawasan dengan SMKN 1 Boyolangu. Jadwal kepengawasan telah ditentukan oleh sub rayon sedangkan proktor dan teknisi dipegang oleh guru dan staf dari sekolah pelaksana yang telah memenuhi kriteria.
“Selama pelaksanaan UNBK tidak ada kendala, sehingga bisa berjalan lancar dan terlaksana sesuai jadwal,” penuturan Kepala Sekolah SMKN 1 Bandung, Drs. H. Nurhasyim,M.M., Jumat (7/4/2017).
Saat pelaksanaan hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, ada 1 siswi yang tidak bisa mengikuti UNBK. Setelah diklarifikasi ternyata sedang menderita sakit dan harus menjalani rawat inap. Sedangkan saat pelaksanaan hari kedua dan seterusnya siswi tersebut telah mengikuti ujian meskipun masih dalam pengawasan.
Menurut penuturan Maryani,S.Pd selaku Waka Kurikulum SMKN 1 Bandung, “Siswa yang tidak bisa mengikuti UNBK dikarenakan sakit, akan diusulkan untuk mengikuti Ujian Susulan pada tanggal 18 April – 19 April 2017 mendatang.”
“Melihat semangat siswa-siswi dalam mengerjakan Ujian kemarin, Semoga saja para peserta yang mengikuti UNBK bisa lulus dan memperoleh baik,” tambahnya lagi.
UNBK SMK Dinilai Tanpa Kecurangan
/by Admin SMKKendati demikian, beragam masalah teknis seperti hambatan jaringan dan soal atau gambar yang tak terbaca masih terjadi meskipun tak sampai menghentikan pelaksanaan UN. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah terus berusaha memperbaiki kendala teknis yang menjadi kelemahan dalam penyelenggaraan UN.
Menurut dia, secara keseluruhan, pelaksanaan UN tahun ini jauh lebih baik dari tahun lalu yang ditengarai masih terjadi kebocoran soal. “Masih ada kelemahan itu pasti. Saya turun langsung untuk memantau pelaksanaan dan mencari kelemahannya sehingga bisa menjadi bahan untuk evaluasi. Tidak ada yang sempurna betul,” ucapnya.
Ia menegaskan, beragam laporan yang masuk dipastikan akan ditindaklanjuti. Menurut dia, tim dari Itjen Kemendikbud sedang melakukan investigasi untuk membandingkan data temuan di lapangan dengan laporan yang masuk melalui telepon dan surat elektronik.
“Ada kritik yang masuk (terkait pelaksanaan) dan saya senang karena kritikan itu penting untuk koreksi kami ke depan,” ujar mantan Rektor Muhammadiyah Malang itu.